Monday, January 30, 2006

menyiapkan hati

Adakah ruang hampa di dalam diriku minta di isi
Siap kah aku katakan aku tidak kuatir akan pedih
Mampukah aku berdamai dengan masa lalu ku yang sunyi
Kuat kah aku hadapi semua kenyataan yang tak terperi
Sadarkah aku akan semua yang sedang kujalani
Dapatkah ku kendalikan semua galau di hati ini
Sudahkah kupersiapkan sukmaku luka sekali lagi
Lupakah aku pernah tertusuk dan masih bernanah, putih
Mungkinkah duka silam tiada menggangu yang sempat terpatri
Jika jawabanku semua adalah iya, berarti aku belum lah mati
Taman cintaku selalu bersemi dan hasilkan bau mewangi
Untuk sebuah kehidupan yang tiada pernah kita ketahui
Untuk sebuah kisah yang tiada pernah terulang untuk tercecapi

Sunday, January 08, 2006

Sebuah kisah atas nama cinta

Tuhan,
AKu tiada pernah meminta siapa pun mampir bahkan singgah di hidupku
Aku tiada pernah meminta siapa pun temani hari ku tuk penuhi kisahku
Aku tiada pernah meminta siapa pun tuk dengar ceritaku atau menagis bersamaku

Tuhan,

Aku tiada pernah butuh orang yang bisa mengisi jiwaku,lengkapi batinku
Aku tiada pernah butuh orang yang mampu terjemahkan isi kepala ku
Aku tidak pernah butuh orang yang bercengkrama bersamaku bertahun lamanya

Yang aku butuh hanya ke adaan nya,kesederhanannya, ketulusannya
Tanpa perlu bersentuhan aku tahu dia ada disana
Tanpa perlu di marahi,aku tahu aku salah
Tanpa perlu di bentak, aku tahu aku punya dosa
Tanpa perlu meminta, aku tahu dia mengerti semua

Tuhan,

Siluet persahabatan yang aku tawarkan hanya sederhana
Tanpa beban,tanpa harus memiliki, tapi tetap mencintai
Siluet kedekatan yang aku titipkan tiada pernah berubah
Hanya bersama habiskan lara dan duka diakhiri dengan tawa

Tuhan,

Mengapa hal sederhana saja tidak pernah kudapatkan
Adakah lagi ruang hampa itu menyeruak masuk perlahan
Setelah kisah cintaku berakhir menyedihkan??
Akankah nilai persahabatan berakhir mengerikan??

Tuhan,
Tidak bolehkah aku diam sebentar menikmati yang ada
Tanpa harus meminta,tanpa harus menangisi yang tiada

Wednesday, January 04, 2006

Doa kepada-Mu

Tuhan,

Banyak perasaan yang menggelayut dalam alam pikiranku,
Perasaan ungu, kelabu, yang tidak pernah bosan mampir di sela hariku,
Aku pun sudah bosan dengan ketakutan yang terus bercengkrama di alur hidupku
Ada serpihan duka terus beririsan di langkahku

Tuhan,

Masih bolehkah aku sendiri saja, atau teruskah Kau bangkitkan perasaan cintaku.
Kau gali terus hingga tiada lagi mampu jiwa ini membedakan mana yang benar cinta atau fatamorgana.

Tuhan,

Ketika pintu harapan itu tertutup, haruskah aku diam tergugu menunggu pintuny dibukakan,atau aku harus pergi dan mencoba mencari pintu baru yang masih terbuka lebar-lebar?

Tuhan,

Aku sudah tidak tahu lagi ini benar jatuh cinta atau berusaha buat dia jauh dari aku. Aku pun tiada pernah tahu, rasanya ak pun sedang membohongi perasaan ku sendiri.

Tuhan,

Coba beri tahu aku, apa yang harus aku lakukan...apa yang harus aku terjemahkan..Aku suka bingung dengan rencana-Mu.

Tuhan,

Tolong tuntun langkahku.