Sunday, March 27, 2005

Mari berbagi bersama

Wahai kamu yang berdiri di ujung lorong itu,
Ada apa yang berkejaran dalam benakmu?
Lama ku lihat wajahmu pucat pasi dan layu…
Adakah sosok bayang menyakitimu, membuatmu terluka
Bisakah kau ceritakan kepadaku tanpa bermuram durja
Karena kita diciptakan untuk berbagi bersama,
Jika lukamu bisa jadikan lukaku, kemari mendekatku
Kita bisa mulai di awal karena ada banyak waktuku…
Kau boleh berserakan bercerita, dan aku tetap setia….
Wahai kamu yang berdiri di ujung lorong sana,
Mendekatlah, karena aku bisa menjadi sahabat duka….
Sndrlnd/21/01/05

Aku kini tahu

Aku tahu,
masa kecilku tiada lah seindah anak-anak pada umumnya
Aku tahu,
Ayahku mendidikku terlalu keras,dan hingga kini membekas
Aku tahu,
Amarahnya,emosinya luapan karena dia tiada mau anaknya menderita
Seperti yang pernah ia alami semasa mudanya
Aku tahu,
Pukulannya,caciannya,deraannya sadarkanku saat usiaku tiada lagi muda
Aku tahu,
Semuanya itu adalah proses pembelajaran seorang lelaki dewasa yang berusaha menjadi ayah
Untuk gadis pertamanya,yang bertanggung jawab pada adik-adiknya
Aku tahu,
Caranya mungkin salah,tapi dengan cara itulah aku belajar dewasa
Mengerti arti tanggung jawab,dan berdiri diatas kakiku sendiri
Aku tahu,
Setiap ayah berbeda cara mendidik anak-anaknya
Ayahku punya caranya sendiri,dan itu aku syukuri
Aku tahu,
Setiap orang tua tiada pernah membenci buah hatinya
Senakal apapun mereka,orang tua tetap memeluk penuh cinta

Aku tahu,
Dan akhirnya aku pun kini jelas semakin tahu.....

Untuk Ayah

Ayah,

berpa lama kita sudah tidak bersiteru??
Mungkin tiga bulan kah tepatnya itu?

Ayah,

Aku rindu setiap omelanmu
Pertanda kau merinduku
Pertanda aku masih gadis kecilmu
Pertanda kau tiada mau kehilanganku

Ayah,

Saat ini kau terbaring tak berdaya karena luka
Saat ini kekuatanmu termakan oleh usia dan derita
Derita karena penyakit yang gerogoti jiwa
Derita yang bertahun lamanya selalu kau bawa
Sejak mentari terbit hingga malam datang menjelang

Ayah,

Jika bisa kau bagi derita itu kepadaku
Kita reguk bersama dan kita halau berdua
Aku tiada tega melihat kau terus tak berdaya
Menyepi dalam tangis dan berharap semuanya berlalu

Ayah,

Aku akan berjuang disini,untukmu
Aku akan menjadikanmu ayah yang paling berbahagia
Atas gadis kecilnya yang paling keras kepala
Aku akan menjadi apa yang kau impikan
Aku akan menjadi seseorang yang kau citakan

Ayah,

Untukmu....Satu cintaku....

Saturday, March 19, 2005

Antara egoisme dan cinta

Kau sileti jiwamu,
Berganti aku koyak jantungmu,

Kau asapi nafasku dengan arang abu,
Ku bakar sukmamu dengan emosiku,

Kau sirami aku dengan amarahmu,
Ku lempari kau dengan kasarnya ucapanku,

Kau tendang cintaku di jelaga berdebu,
Ku tumpahkan keakuanmu di depan kakiku,

Benarkah kita pasangan yang di ciptakan untuk bersatu???
Dalam alam sadarku,bukan aku atau kamu....
Tapi aku dengan egoku,kamu dengan emosimu,

Well done,

Semua berubah Bunda

Zaman sudah berganti bunda,
Aku tiada menahu lagi tentang cinta,
Semua yang kau ajar sirna,
Entah kemana menghilang semuanya,

Zaman sudah berbalik bunda,
Benar jadi salah, salah jadi karma,
Aku sudah lupa dengan rasa bersalah
Semua dilipat dan dibungkus rapat

Zaman sudah tidak suci lagi bunda,
Semua berjalan sesuai dengan alam nista,
Tiada lagi yang namanya rasa bersama,
Semuanya punya ego yang sama,
Di pentingkan dan harus di dengarkan

Zaman sudah berganti bunda,
Bukan seperti dijamanmu dulu kala,
Dimana segalanya masih alami,dan indah,
Semuanya berganti bunda,jangan jangan dirasa,
Cukup di lihat dan dinilai saja,
Ya,jangan bersesih bundaku sayang....

Aku dan setelahnya

Ku terluka,
Ku terdiam,

Ku menangis,
kemudian tertawa,

Ku melangkah,
Kemudian ku berjalan,

Ku merenung,
Kemudian memutuskan,

Ku memaki,
Kemudian memaafkan,

Ku bersalah,
Kemudian ku tebus segalanya,

Ku berduka,
Kemudian ku bersuka,

Ku hanyut dalam nestapa,
Kemudian ke terpuruk dalam nista

Wednesday, March 16, 2005

Gue lagi kenapa ya???Entah kenapa beberapa minggu ini bawaannya gak punya semangat hidup
Rasanya semua yang gue punya ilang menguap.
Ambisi,Ego,Mimpi,Tangis,dan duka,nafsu,gairah gue rasanya menghilang entah kemana.
Gue kayaknya ngilangin satu kebiasaan hidup gue,dan barubah menjadi seseorang yang gak pernah gue kenal seumur hidup gue.
Yang gue tahu gue cuma bisa ketawa untuk menutupi semua kegalauan hati gue.
Gue gak punya apa2 yang bisa dibanggain,Gue cuma manusia yang pemarah dan punya seribu satu emosi yang gak terkontrol
Anjing....kenapa gw bisa begitu ya???

Tuesday, March 01, 2005

Sorry It's Seems To Be The Hardest Word

Sorry It's Seem To Be The Hardest Word...(Ray Charles feat Elton John)

Kala aku beranjak dewasa (dan aku merasa aku belum menjadi bagian manusia dewasa),
Aku semakin sulit sekali ucapkan kata maaf di setiap perbuatan salahku
Aku merasa aku selalu benar,dan orang lain selalu salah
Aku menganggap aku paling tahu segala,dan orang lain sebagai pelengkapnya
Aku berpikir aku selalu punya celah untuk berkelit,meskipun sebenarnya jalanku sudah buntu
Aku,dan sifat egoisku,dengan segunung gengsiku yang makin lama menjadi gelap dan abu-abu

Maaf bukanlah ujung tombakku tuk menghalalkan segala cara
MAaf bukanlah akhir dari semua kesalahan yang di aminkan
Maaf bukanlah cara terbaik untuk lupakan setiap masalah
Maaf bukanlah keahlianku untuk mengucapakannya

Tapi laun dengan segala keterbatasanku,
Maaf adalah kalimat penyejuk untuk sebuah pertikaian
Maaf adalah tombak penyelamat dikala di dera luka
Maaf adalah pemanis dikala pahit sudah meliputinya
Dan aku belajar untuk ucapkan itu dalam sadarku
Dan aku mencoba menancapkannya di alam pikirku
Dan aku berusaha,tinggalkan semua makna egoisku
Dan aku berpulang ke dalam ke tiada mampuanku
Sebagai manusia kecil dan tiada berdaya...

Sorry ya It was seems to be the hardest word,but today it will seems to be the easiest word. I wish

Sahabat Lama Yang Hampir Terlupa

Setahun yang silam,
Aku bertemu dengan sahabat lama yang lebih dari 5 tahun tiada berjumpa
Tetap sama, tiada banyak berubah, dia tetap dengan gayanya, dengan senyumnya,dengan tuturnya dan dengan bunfda yang selalu menemaninya kemanampun ia berada
Hanya kali ini umurnya bertambah, kedewasaan tergurat jelas di wajahnya, apalagi dengan sebingkai kacamata yang ia gunakan saat itu.

Wijayanti Hartono... Namanya...

Aku mengenalnya ketika kami sama-sama mereguk masa remaja yang sangat naif
Penuh dengan mimpi, dan keinginan yang membuncah hingga kadang tiada yang terlaksana
Aku mengenalnya disaat seorang sahabat melukai hatiku dengan ketiada tahuannya
Dan ia datang memelukku, mengakukanku dalam sisi hidupnya,dan aku sangat bahagia

Wijayanti Hartono dengan sapaan akrabnya wieke adalah

Anak tunggal di dalam sebuah keluarga yang sangat berkecukupan
Anak tunggal di dalam sebuah keluarga yang miliki segudang cinta yang tiada dibagikan
Anak tunggal dengan segala ketangguhannya dan dapat diandalkan
Ya,hanya wieke seorang.

Pagi ini,aku teringat lagi dengan dirinya...
Dengan segala sifat dan kebaikannya
Dengan penuh tulus mengajakku berbagi duka atas nama kehidupan
Ya....ia memintanya dengan tulus disuatu senja,di Mc.Donald
Di tempat dimana remaja bau kencur seperti kami seharusnya
Tertawa dengan jenaka,berbagi cerita,bukannya bicara tentang dunia
Tapi itu lah yang terjadi, permintaan tulus seorang sahabat yang rela berbagi airmata,

Wieke...

Aku ingin sekali kembali kemasa remaja kita,
Aku ingin jadikanmu tempat dimana airmataku dapat mengalir dengan derasnya
Aku ingin sekali tertawa denganmu, anak tunggal yang tiada manja
Dan kita bercerita beribu kisah yang sempat terlewat dimasa lalu kita...

Untuk Seorang Wijayanti Hartono,dimanapun ia berada....

Aku butuh sesuatu

Terlalu lelah kuberjalan dalam ketiada pastian
Mengurung diri ku dengan segala aturan
Yang tentunya selalu menyiksa dan laun mematikan
Segala kehidupan yang semestinya kurasakan

Terlalu puas ku kuberjalan beriringan
Bersisian,berada di belakang dan terkadang memimpin di depan
Ku butuh udara baru tuk ganti semua kehampaan
Ku butuh kesendirian sejenak tuk lepaskan ketakutan
Dengan komitmen dan tetek bengeknya menghanyutkan
Menjadikanku manusia lemah dengan ketidak berdayaan

Ah,terlalu banyak yang berkecamuk di pikiran
Dengan mencoba tertidur,mungkin aku bermimpi akan
Selamat Tidur,
Semoga dapat mimpi yang indah

Terlalu lelah kuberjalan dalam ketiada pastian
Mengurung diri ku dengan segala aturan
Yang tentunya selalu menyiksa dan laun mematikan
Segala kehidupan yang semestinya kurasakan

Terlalu puas ku kuberjalan beriringan
Bersisian,berada di belakang dan terkadang memimpin di depan
Ku butuh udara baru tuk ganti semua kehampaan
Ku butuh kesendirian sejenak tuk lepaskan ketakutan
Dengan komitmen dan tetek bengeknya menghanyutkan
Menjadikanku manusia lemah dengan ketidak berdayaan

Ah,terlalu banyak yang berkecamuk di pikiran
Dengan mencoba tertidur,mungkin aku bermimpi akan
Selamat Tidur,
Semoga dapat mimpi yang indah