Monday, February 28, 2005

Sebuah refleksi tentang hidup (Dalam pikiran seorang naif)

Kemudian,

Kucoba berjalan diantara kemelut hati yang tak terperi.
Mencoba melangkah dan beranjak pergi dari smua kepenatan di hati

Lalu,

Semuanya seperti menyeretku datang ke suatu masa silam yang sunyi
Sepi, tiada narasi, mengalir dengan plot irama hidup yang cukup sulit kumengerti
Tetapi kucoba menyadari,dan berharap semua adalah sebuah pelajaran yang berarti

Setelahnya,

Angin yang berhembus kencang menghempaskan ku kembali
Ke sebuah realita hidup yang sedang dan akan kujalani
Sebab kidung masa silam punya artinya sendiri
Mereka tiada akan menjadi masa silam jika tiada pernah kualami
Dan mereka adalah sebuah warna yang hiasi hidup bak pelangi
yang penuhi cakrawala dengan nuansanya yang mewangi

Sadarku,

Tiada guna sesali semua yang pernah terlewati
Semua punya duka dan tawa yang tak kan terganti
Sebab hidup tiada akan berfungsi
Jika hanya tawa atau hanya duka yang meliputi

Semoga,

Semuanya punya arti,dan cerita hidup kita selalu penuh misteri
Layaknya buku yang kita baca,dan kita tiada tahu apa yang terjadi
Sampai kita tiba pada halaman terakhir dari semua isi
Dan kita sadari,sampai disitulah semua cerita hidup kita diakhiri.

Tuesday, February 22, 2005

hari ini,kemarin,dan mungkin esok pagi

Hari sama dengan hari yang lalu,
Dimana semua serba abu-abu,
Hari ini sama dengan hari kemarin,
Derasnya luka tetap menusuk kedalam batin,
Hari ini mungkin serupa dengan esok,
Hampa,kosong dan merindukan sebuah sosok.
Hari ini,kemarin,esok,adalah sebuah penantian
Kadang kala entah kapan berakhir untuk berharap pada masa depan
Hanya Sang Maha yang mengerti jawaban....

Tuesday, February 15, 2005

hampa

dan semuanya berlalu tanpa terasa
dan usia bertambah,menambah daftar sebuah usaha
bijaksana semua orang bicarkan tanpa arah
entah dimana akar dari sifat bersahaja
semuanya simpang siur dan tiada menentu

Saturday, February 12, 2005

Sebuah doa suatu petang

Kepada Mu sang Ilah kukembalikan seluruh jiwaku
Kepada Mu sang Maha Kuserahkan semua batinku
Kepada Mu sang Pencipta kupulangkan isi zat ku
Kepada Mu sajalah rasa,suara,dan batin raga kubungkus satu
Untuk dilahirkan kembali menhadi manusia baru....
Karena hanyalah Engkau,awal dan akhir hidup ini
Tanpa Mu,segalanya percuma dan menjadi nista....
Kukembalikan semuanya Allah,tanpa terkecuali.Amin....

Imagine-Lennon

Imagine.
Imagine there's no heaven,
It's easy if you try,
No hell below us,Above us only sky,
Imagine all the people living for today...
Imagine there's no countries,
It isnt hard to do,
Nothing to kill or die for,No religion too,
Imagine all the peopleliving life in peace...
Imagine no possesions,I wonder if you can,
No need for greed or hunger,A brotherhood of man,
Imagine all the people Sharing all the world...
You may say Im a dreamer,
but Im not the only one,
I hope some day you'll join us,
And the world will live as one

Friday, February 11, 2005

Mari bicara soal kematian

Aku selalu membayangkan jika tiba waktu untuk pergi dari dunia ini.Aku ingin sekali segala sesuatunya bukan hitam,bukan putih,bukan juga ungu.Aku benci warna-warna itu.Aku ingin semua pelayat memakai baju berwarna-warni,karena sesungguhnya aku tiada perlu di tangisi.Aku sebenarnya pulang,bukannya pergi.Aku pulang,dan tugasku telah usai dibumi.Aku pulang karena Beliau rasa aku pantas untuk beristirahat.Beliau rasa aku sudah menyelesaikan segala sesuatunya.Karena bukankah dia yang pantas menilai wajar dan tidak wajar apa yang kita lakukan selama di bumi???.
Aku tiada ingin ada orang yang menangis.Aku ingin semuanya tertawa bahagia,meemlukku satu persatu,ucapkan selamat menempuh hidup yang baru,dan tersenyumlah untukku.Karena aku juga akan tersenyum untuk mereka untuk yang terakhir kali.
Aku adalah pengantin wanita,yang telah dijemput malaikat pendamping untuk bersanding bahagia di alam baka.
Aku adalah wanita bahagia yang dipilih untuk menemani beliau lebih lama,dibanding tinggal didunia
Aku adalah dunia yang baru yang tiada pernah orang tahu,karena undangannya hanya berlaku untuk satu.
Aku tiada ingin satupun meratap.Tiada ingin satupun meraung.
Tersenyumlah,tertawalah untukku,aku udah sangat bahagia..
Tiada lagi tugas dalam hidup,tiada perlu bangun pagi-pagi,tiada perlu membersihkan dosa,tiada perlu bersiteru dengan musuh,tiada perlu bermuka dua dengan lawan,tiada perlu semuanya,yang aku butuhkan kedamaian...
Aku mau tidur,jangan diganggu...

Thursday, February 10, 2005

Sahabat dalam duka

Wahai kamu yang berdiri di ujung lorong itu,
Ada apa yang berkejaran dalam benakmu?
Lama ku lihat wajahmu pucat pasi dan layu…
Adakah sesorang menyakitimu, membuatmu terluka
Bisakah kau ceritakan kepadaku tanpa bermuram durja
Karena kita diciptakan untuk berbagi bersama,
Jika lukamu bisa jadikan lukaku, kemari mendekatku
Kita bisa mulai di awal karena ada banyak waktuku…
Kau boleh berserakan bercerita, dan aku tetap setia….
Wahai kamu yang berdiri di ujung lorong sana,
Mendekatlah, karena aku bisa menjadi sahabat duka….
Sndrlnd/21/01/05

Menari,Berlari dan Bersedih

Aku ingin sekali menari bersama mimpi
Berkejaran,berkeringatan,dan kelelahan riang
Aku ingin sekali tertawa bersama seluruh tangisku
Bersenda disela semua beban deritaku
Tapi yang kudapat hampa,nista dan nelangsa
Aku hanya bisa berjalan dan beradu dengan waktu
Berharap aku lenyapkan segala amarah dalam jiwa
Dan aku pemenang dalam permainan yang malang


Wednesday, February 09, 2005

Kebahagian bukan sama dengan keramaian

Sudah saatnya aku pulang ke rumahku
Dimana segala kedamaian dan kemisteriusan tercipta
Tanpa ada ragu yang melanda segala raga dan jiwa
Sudah saatnya aku tutup buku kelabu
Dimana tercatat segala keusangan yang tak bertuan
Segala kisah yang tak patut untuk dibayangkan
Sudah saatnya masuk dan tak kan kembali ke dalam kubangan nelangsa
Dimana segala duka akan terkuak dan tiada terlupa
Pulang,istirahat,dan merebahkan pikiran kedalam nuansa keabadian
Tenang,tenang,tenang......


Semua bermula dari dosa

Hanya ketika kau berzinah semua menghina
Hanya ketika kau mencuri semua curiga
Hanya ketika kau pembunuh semua menjauh
Hanya katika kau pemabuk semua mengutuk
Hanya ketika kau berbohong semua tak lagi percaya
Adilkah dunia ini dengan segala aturannya?
Adakah manira yang tidak pernah berdosa?
Adakah dia mampu dengan ketidak berdayaannya
Hanya ketika dan semuanya menghilang seketika...
Hanya ketika.....

Sebuah senja yang bernama Sunderland

Aku merenung dalam kehampaan yang tiada berarti
Aku meratapi segala kegundahan dalam diri
Aku mengatakan bahwa tiada satu yang mengerti
Tentang segala emosi jiwa yang melanda nubari
Semua lenyap dan tak berarti
Semua pergi dan tak beri satu kesempatan lagi
Aku hanya bisa menatap hingga bayangan itu jadi putih....

Friday, February 04, 2005

Suatu senja

Suatu senja langit kemerahan
ditimpa cahaya keemasan,aku bediri diseberang mimpi
berkhayal tentang dewata yang kiranya menyenangkan
Suatu senja disuatu masa...
aku bermimpi,bahwa hidupku kan terus bahagia..
tanpa cela,noda dan nestapa...
Suatu senja dimusim yang tak menentu
Aku bergelut tentang masa depanku yang sangat berdebu
Suatu senja diujung usia yang menua
keriput,berjuta kisah terjalin tanpa perlu rangkaian yang nyata.
Suatu senja dikala semuanya telah tiada...

Suatu senja