Wednesday, April 27, 2005

Pada-Mu aku mengadu

Ku cari engkau di dalamnya laut,
Kau tiada
Kupanggil engkau di ujung samudera,
Kau pun tak bersuara,
Ku tuliskan kidungku bagimu,
Kau pun lama tuk membalasnya,
Ku maki engkau dengan kata kasarku,
Kau hanya terdiam,tak bicara
Ku nistakan hidupku dalam hidup yang liar,
Kau hanya terpaku dan tiada berkata
Ku coba memalingkan wajahku padamu,
Kau hanya menangis tersedu,dengan linangan air mata
Ahhhh....Aku coba menggapai-Mu,Tuhan ternyata kau sangat menderita
Karena ulahku,karena polahku,karena kenakalanku...

Mencoba mencari mu.

Kucuri waktu agar dapat menghempaskan rindu dalam pelukmu,
bermesraan dikala senja muncul diantara kilaunya riak kali kuning,
Diatas bukit yang jauh dari keramaian dan tiada satu pu tahu,
Aku dan kamu bercumbu bersamaan gesekan ranting-ranting

Kuikat waktu hingga dapat kujilati semua nafsuku,didalam kelam
Mungkin hanya malam ini aku bisa berbagi semuanya bersamamu
Lain waktu aku tiada pernah tahu,karena aku bukan penjaga alam
Karena itu ingin kumenggelepar dalam buaian kasih yang lugu darimu,
Raja dalam taman hatiku,Suara dalam irama hidupku, dan cuma kamu yang mampu.

Kupasung watu supaya ia tiada berlari kian kemari
Sebab aku tiada rela ia melesat bagaikan komet terbang
Hingga menyiksa hariku yang gamang,dan goyang
Aku hanya ingin bersama mu,malam ini,disini

Jadi jangan pernah kau paling wajahmu dari sisiku,
Karena aku ingin mencari sesuatu yang tak kutemukan disana
Dikehidupan ku yang tak berirama dan hampa,
Aku ingin nikmati jiwamu yang memiliki warna seribu
Dan kan kurangkai dalam mimpiku yang indah,meskipun hanya dalam mimpiku.

Monday, April 25, 2005

Cinta wakili segalanya

Ketika hanya dengungan yang mampu batasi kata dalam rangkaian kalimat
Ketika hanya sajak wakili sekelumit rasa tentang bahagia
Ketika hanya pelukan selimuti hati karena rindu
dan ketika hanya tawa yang tutupi tangis dalam kesedihan

Akan kah kita tahu makna itu semua???

ya kita seharusnya tahu,karena kita punya hati yang tulus. Cinta yang murni yang sesungguhnya mampu menyentuh hingga ke dasar hati yang paling menderita sekalipun.

*Sepotong Senja Buat Pacarku

Belakangan ini aku suka sedih sendiri.Menangis dalam kelam. Bersedih dan tersedu di pekatnya malam. Entah apa saja yang terlintas dalam pikiranku. Semua menggelayut satu persatu,tanpa permisi terlebih dahulu.

Satu minggu yang lalu,aku selalu membayangkan tentang masa depan yang sesungguhnya belum pernah kujalani,dan tiada ujungnya. Tiada epilog,molonog,ataupun dialog yang dapat kuterka tentang masa depan. Tetapi aku selalu risau,galau untuk menghadapi hari itu. Hari dimana semuanya serba hitam dan putih. hari dimana aku dituntut untuk menjadi seseorang yang lebih punya arti daripada hari ini. Hari dimana segala pembicaraan harus berbentuk sebuah subjek daripada hanya sebagai objek. Bukan omong kosong. Bukan hanya sekedar berbincang dan tiada menghasilkan sesuatu. Hari itu adalah hari dimana aku tukar kekanak-kanakanku menjadi seorang wanita tangguh yang dewasa dan mampu berdiri dengan tegap dan hati tegar.

Mungkin terdengar klise,atau sekedar basa-basi. Tetapi diusiaku yang bisa dikatakan bukan remaja lagi,aku punya begitu banyak tanggung jawab yang sudah menanti dibalik pintu kamarku,di ujung jalan yang sangat berbatu dan diluar jendela kamar ku yang kelu. Semua itu sudah menanti tanpa perlu aku tunggu.

Aku bertanggung jawab atas mimpi orang tuaku,aku bertanggung jawab atas semua usaha ku untuk mencapai mimpi yang ku punya untuk kupersembahkan kepada mereka. Obsesiku tentang Rumah singgah. Rumah untuk mereka yang mengembara dari satu jembatan ke emperan toko kosong lainnya. Rumah dimana aku mampu untuk belajar tentang arti hidup dari mereka. Aku pun punya tanggung jawab untuk mendidik dan memberi contoh kepada adik-adik ku untuk mencapai cita-cita setinggi mungkin. Aku punya tanggung jawab untuk berkeluarga,karena adat timur masih rentan dengan pernikahan dan sarat dengan berbagai pertanyaan yang menusuk telinga apabila putri tertua mereka belum jua menikah. Dilihat dari relasi ku,kali ini sangat sulit bagiku mendapat restu. Kami tidak direstui oleh ayahku terutama ibuku. Aku batak dan dia jawa.

Begitu banyak tanggung jawab yang menghimpit tubuhku. Begitu banyak persoalan yang menjemu mampir kedalam kehidupanku tanpa permisi. Aku menjerit sendirian. Menangis hingga relung hatiku terluka sangat dalam. Aku menyumpah dalam sesah dan berdoa dalam diam. Aku sendiri. Aku sepi. Aku terluka dan tiada yang mampu obati pedih ini.

Setiap kali aku berdoa. Hanya kalimat 'Kuatkan aku'. Itu saja yang terlintas dalam hatiku. Terkadang aku menjadi orang yang paling bodoh dalam menyampaikan doaku. Begitu banyak kata yang harusnya kurangkai dengan sulaman kataku hingga menjadi doa yang lembut dan nyaring untuk Tuhanku. Tapi lidahku kelu. Bibirku pilu. Hanya tangis yang mampu aku sumbang dalam doaku. Kepalaku hanya mampu tertunduk,dan airmataku menetes satu persatu hingga mampu mewakili kemelut dalam jiwaku.

Bertambah nya umur bukan sebuah tolok ukur kita akan menjadi seorang yang dewasa. Bukan umur yang bisa jadikan landasan manusia berbicara tentang hidup. Bukan manusia yang ber edukasi tinggi mampu menerjemahkan dunia secara harafiah. Bukan seorang kaya yang mampu memberikan seluruh hartanya dan menghamburkannya lalu ia tahu tentang dunia. Dan bukan si tampan maupun si cantik yang dikelilingi oleh para pengagumnya dan mampu hanyutkan semua orang dalam senyum maut nya maupun dalam wangi aroma tubuhnya kemudian mereka berpengalaman tentang mencari makna hidup. Presiden kita pun sedang belajar menapaki arti hidup dari rakyatnya yang miskin,menderita,ketakutan,dirundung malang,dan kesepian.

Dari mereka lah kita mengerti arti hidup. Kepada mereka lah sepantasnya kita pertanyakan arti hidup. Dan didalam dunia mereka lah makna hidup itu lebih berharga.

Seorang kaya tiada akan pernah menjadi seorang kaya jika ia tiada mampu berderma. Seorang pandai dan cendekia pun tidak pantas dikatakan pintar jika ia tidak mampu membagikan ilmunya kepada mereka yang tidak sempat mengenyam pendidikan karena mahalnya biaya pendidikan. Dan seorang pemimpin pun tidak pantas dikatakan sebagai pemimpin,jika ia tiada mampu mendengar usul dari bawahannya.

Hidup ini untuk belajar. Dimana kita semua mampu menjadi kaya,mampu menjadi pemimpin dan mampu menjadi cendekia. Asal kita mau berbagi. Asal kita mau sedikit memahami,dan mencoba lebih mengerti daripada dimengerti. Dan kita boleh dengan bangga berkata,aku lebih menghargai hidup dan aku mampu mendefinisikan hidup kepada sesamaku. Karena alas dari semua itu adalah Cinta.

Aku berharap saat nya nanti,aku mampu katakan itu kepada siapapun generasi penerusku kelak. Hidup hanya sebentar. Kita hanya mati memakai satu pakaian utuh atau bahkan telanjang. Menjadi bangkai. Dan dihari penghakiman bukan agama,status sosial,suku,berapa kali kita menikah,berapa kali kita mencuri dan berapa kali kita berdusta. Tetapi yang terlintas pikirkanku saat ini mungkin Tuhan akan bertanya. 'Pernah kah kamu melihat Aku di dalam mata saudaramu yang menderita?'. Pernah kah kamu mengunjungi aku di dalam penjara? Pernahkah kamu menjengukku ketika aku sakit atau bahkan ajal menjemputku?. Pernahkah kamu meberi aku beras bahkan makanan untuk mengurangi kelaparan yang aku alami dijalanan sana? Atau pernahkan kamu memberikan aku pakaian ketika aku kedinginan?Dan menghiburku ketika aku kededihan?. Itulah pertanyaan-Nya..

Cheers,

Celetophia.

* Dikutip dari judul Sepotong Senja Buat Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma.
Terima kasih untuk insipirasi judulnya.

Saturday, April 23, 2005

FIsh and chips plus Chicken Burger (tapi pake chips juga)

Sabtu sore gue coba jalan-jalan di dalam mall,iseng-iseng liat baju ato sepatu tanpa niat untuk membeli.Cuma mau liat-liat aja dan berharap gak ada satupun yang gue suka. Masalahnya kalo ad ayang gue suka berarti gue harus mencoba melawan setan dalam diri gue untuk gak beli tuh barang. Toko pertama adalah Body Shop. Niatnya kan cuma mau liat-liat. Eh SPG nya nyamperin gue dan nanyain apa yang gue butuh in. Setelah basa/i dia nyaranin pake bedak yang agak gelap biar keliatan natural dan tanning. Trus gue coba memperpanjang pembicaraan tersebut sampai akhirnya gue tiba-tiba tergagap untuk bilang jerawat dalam bahasa inggris,dan kulit kering dalam bahasa yang sama. What a shame. How long ive been here?? 4 months babe. At least that words it easiest words in my mind,moron. How could i forget it??? How stupid.

Back to my problems. Setelah nyari-nyari dan gak berusaha beli,meskipun ada setan yang menggelitik untuk membeli barang tersebut.Gw mindik-mindik pergi soalnya agak gak enak sama si SPG nya yang udah seneng kalo produknya di beli. ( Kayak maling gak sih gw,padahal gw nggak nyuri apa2). Sial.Kenapa harus gitu ya??? ehehehe.

Masuk toko kedua adalah River Island. Entah kenapa kaki gue tergerak ke toko yang sangat mahal ini. Cuma liat-liat boleh aja kan. Dan bener gak ada yang gue beli dari sana. Cuma liat-liat doang. Berhasil. Dua tokom terlewati tanpa membeli apapun juga.

Burton adalah toko ketiga yang gue masukkin. Sebenarnya yang gue liat sih Dorothy Perkins nya khusus women stuff. So gue naik lah ke lantai kedua,dan melihat banyak baju lucu dengan harga yang sebenarnya gue cukup mampu beli,dan sepatu itu lucu banget. Gue cuma berani mencoba tanpa berusaha untuk membeli. Gue taro tuh sepatu cantik dan tanpa menoleh dua kali,gue pergi dari tempat itu.

Next sebenarnya bagus-bagus juga barangnya. Dan ada beberapa pakaian yang lagi sale,dan sangat menarik bila di dipakai,apalagi dibeli. Tapi gue cuma keliling aja disana dan gue tetap gak beli apa-apa. We did it dude. 4 Toko dan berhasil gue masukkin tanpa harus membelinya. What a good job.

Gw akhirnya melewati semua toko yang menggugah selera gue,termasuk toko video yang jual vcd dan dvd dengan harga miring,karena dia nge copy semuanya dan itu legal. Gue berhasil lagi. Sebagai hadiah buat diri gue sendiri,gue pergi ke toko makanan,yang jual fish and chips. Gue cuma mau nyoba aja,kali aja enak. Soalnya kata teman gue,tuh makanan rubbish.kekekeke.
Gue pesen fish and chips plus chicken burger.

Untuk dapetin chicken burger nya,gw kudu nunggu kira-kira sepuluh menit. Disaat nunggu orang-orang dah mulai banyak yang datang,mesen makanan yang mungkin sama ato berbeda dengan selera gue. But believe me, selera orang inggris rata-rata sama. Fish and chips or Mash potatoes. Ngeri banget kan.hehehehehhe.

Setelah di wrapped, ternyata itu baru fish and chips nya aja,belum termasuk sama si chicken burgernya. Betapa schoked nya gue ternyata dua-dua nya di kasih kentang goreng. Babi. Siapa yang mau makan segini banyak??? Sial. Yang penting gue pernah nyoba dan gue pernah tahu rasanya.

gue balik ke kamar,dan hasilnya gue cuma berhasil makan fish and chips doang,dan tuh chicken sama sekali gak gue sentuh. Gue pindahin ke kotak makan,dan gue masukkin kulkas. Siapa tahu tengah malam nanti ayo besok pagi,gue bakalan niat mau makan pagi. But,I dont think so.kekekeke.

Setidaknya hari ini gue mencoba segala sesuatunya yang baru. Dan tiada pernah ada orang yang salah ketika mencoba hal yang baru dalam hidupnya. Baik dan buruk semua tergantung sudut pandang kita menilainya.

Cheers,

celetophia.

Ballroom dance,gak sama dengan Light House

Hari sabtu pagi tuh hari yang paling enak kalo buat jalan-jalan di Sunderland. Tapi tetap bergantung dengan cuacanya juga sih. Kadang mendung,hujan,ato bersinar dengan angin yang cukup dasyat.hehehehe.
Sayangnya gue bangun jam 12.3opm. Holy Shitt,padahal gw ngerasa gw gak tidur larut banget. Kenapa gw bangunnya siang banget ya?. Jawabannya adalah" Gak ada kerjaan".kekekekeke.

Setelah sikat gigi dan wuihhhh bau mulut gue mpe ke luar eropa tahu.... Sial gara-gara dumpling ( dumpling itu semacam pangsit basah yang isinya sayuran.Lumayan enak lah menurut gw. Tau kalo menurut loe2 pada), yang kemaren di kasih sama teman china gue mulut gue bau nya gak karuan. Sebenarnya dia udah nasehatin gue buat sikat gigi setelah makan tuh dumpling,tapi dasar pelupa, sampe mau tidur aja gue lupa gosok gigi. Upssss...ketahuan deh jorok nya. "Anak perempuan kok jorok banget"( ceritanya suara nyokap gue).

Anyway,back to saturday midday. Gue cuci muka,sikat gigi,pake baju dan berencana keluar menghirup udara segar. Gue punya kebiasaan mandi saat malam menjelang. Mandi pagi,no way. It's not my type.Brrrrrrrrrrr....dingin bow mandi pagi disini.hehehe. Excused nih ceritanya.

Gue rencanya mau belajar tango,salsa,waltz dan ballroom dance lainnya. Setahu gw tadi malam teman gw bilang, disekolah balet dekat akomodasi gw tuh nyediain fasilitas tersebut. Alhasil gw pergi lah ketempatnya itu. Setelah nanya kemereka. BAM... Ternyata mereka gak ngadain kelas itu,tapi dia rekomendasiin gw salah satu hotel yang ada ballroomnya ( itu juga karena gw nanya,di Sunderland ini ada kelas kayak gituan dimana).

Roker Hotel... Setelah liatin dan nanya-nanya sama supir yang ada di bus station,gue akhirnya nemu nomor bis yang mau ke Hotel Roker. Cuma 75 pence. Berarti gak jauh lah nih tempatnya.Paling berapa perhentian bis,trus sampai. Di bayangan gue tuh Hotel roker pasti bagus dan mewah. Ternyata.wauwauuuu.... Hotel yang menghadap ke pantai,dan setelah gue nanya di resepsionisnya,tuh hotel gak nyedian kegiatan itu lagi. DAMN IT. Dah jauh-jauh,dah gak jelas gue ada dimana,eh gak ada juga.

Tapi gue gak langsung pulang,karena gue liat light house yang kalo dilihat dari akomodasi gue tuh dekat banget,dan biasanya orang-orang jalan kaki kalo mau kesana. Ih...kesian banget mereka jalan kaki,jelas-jelas ada bis yang lewat dan gak mahal amat kok. Paling sepon sekian pence. Akhirnya gue jalan kaki sebentar di dekat pantai menuju ke light house tersebut. Gue sih gak nyampe ujug light house tersebut. Dingin banget bowww. Gue gak bawa jaket tebal,sarung tangan buat nutupin tangan gw yang dingin dan badan gw yang dah shaking karena dinginnya.
Tapi gue sempat moto-moto dulu disana.hehehehe.Jiwa modelisasi nya tetep dong ah.kekkekeke.

Gue pulang dan nunggu bis yang lewat disana. Cuaca agak mendung,sebenarnya gue niat banget mau duduk-duduk ditaman belakang museum library. Tapi apa daya,cuacanya tiba-tiba berganti. Hehhehe. Gak seru kan tinggal di negara yang cuacanya gak menentu. Tapi mereka suka itu,dan mereka menikmati cuaca yang berubah-ubah itu setiap mereka bangun pagi,baca koran,denger berita tentang cuaca. Mereka akan membicarakan hal tersebut setiap hari,sepanjang hidup mereka. Maka dari itu mereka sangat suka cuaca disini. Bisa di gosipin juga.kekekekeke. Sial berat gak sih,bagi mereka yang gak suka cuaca disini,dan sekeliling mereka ngomongin itu tiap hari dan menjadi hal yang biasa buat mereka? I dont think so.

Ya cukup sekian dan terima kasih. Gue dah puas nulis-nulis di blog gw sendiri. At leat ada media yang bisa bantu gw dalam kesendirian gw ini.

Cheers,

Celetophia.

Friday, April 22, 2005

Niat nya mau curhat,malah dicurhatin.

Sebenarnya untuk dikatakan cengeng aku bukanlah orang yang mudah cengeng,tapi memang ketika aku sudah terpojok dan tiada mampu berkata-kata lagi,air mataku tiba-tiba keluar dengan mudahnya seperti mata air yang turun dari lubangnya.

Kemarin malam peristiwa nya tanpa diduga. Aku sedang on line dengan beberapa temanku dan entah mengapa dia sangat kecewa dengan perbuatan ku karena mempermalukannya ke beberapa temanku yang lain karena satu dan lain hal ( Aku tiada pantas memberitahukannya di forum seperti ini). Lanjut. Singkat cerita aku minta maaf kepadanya,meskipun aku tiada pernah merendahakannya atau pun meyepelekannya,mungkin asusmsi teman-temanku itu saja yang berlebihan sehingga mereka mempunyai cara pandang sendiri-sendiri dalam menanggapi ucap bicaraku.

Dia marah lah. Dia kecewa lah. Entah kenapa meskipun aku sudah minta maaf kepadanya dan menyeasal telah membuat dia malu. Aku tetap tidak mampu menghapus rasa bersalah ku itu. Akhirnya aku mencoba menghubungi teman kelas ku yang memang kebetulan dekat denganku. Abis bagaimana lagi. Saudara aja tidak punya apalagi sahabat. Semua tidak dapat kupercaya.
Saat aku mencoba beberapa nomer,Aku berpikiran untuk ke tempatnya dan tidur disana untuk menghilangkan rasa sedihku. Bayangkan aja aku menangis sendirian di tengah malam,yang gak jelas kenapa bisa demikian. Lalu setelah aku puas berbicara dengan temanku itu,tiba-tiba ada nada masuk dan di seberang sana,orang lain pun mencoba menghubungiku. Setelah putus dari kedua telpon tersebut,aku mencoba menghubungi nomor yang tadi menunggu untukku. Aku kaget sekali,ternyata orang yang aku telpon itu pun hampir lupa pernah bertemankan aku. Sial. Aku pikir aku menelpon orang yang aku kenal,dan ternyata aku salah. Aku bilang aja ke dia,kalo aku salah pencet,makanya dia telpon balik aku. Dengan berbasa-basi sedikit,aku akhirnya mencoba tidur dan berusaha terlelap,meskipun sulit untukku. Ah.mungkin esok lebih baik lah dari hari ini karena esok aku akan janjian dengan temanku itu di city centre . Esoknya aku terlambat bangun dong,kan aku gak bisa tidur,meskipun aku mencoba untuk itu. Aku baru terbangun jam 12 siang. Bayangkan anak perempuan mana yang bangun jam segitu,tapi untungnya aku bukan dirumah,dan untungnya lagi aku belum berkeluarga.
Aku mencoba menghubungi temanku itu,karena merasa bersalah. Bayangkan aja janjian jam 10,kok baru bangun jam 12. Wong edan. Setelah aku telpon,dan nada nyambung,diangkatlah telpon itu. Dari seberang sana aku dengar suara bau bantal. Sial. Ternyata rasa bersalah ku itu nol besar. Dia baru bangun dari mimpi indahnya. Dan dia cuma bisa berkata maaf.hehhehe. Lucu ya. Disatu sisi aku ingin sekali mengucapkan kata itu,tapi kata itu sudah terlanjur terlontar oleh temanku tersebut.

Beberapa menit kemudian dia menghubungiku,dan kami sepakat bertemu di metro station, di dekat KFC jam 02.00pm. Aku setuju saja,jadi masih banyak waktu senggang ku ke mall untuk mencari blender yang aku inginkan. Setelah sampai di mall,aku berkeliling dan masuk salah satu toko yang menjual blender tersebut. Saat ingin membayar blender tersebut tiba-tiba temanku itu menelponku,dan dengan suara tersedu pilu,ia mencoba mengatakan maaf sekali lagi karena tidak bisa datang ke city centre hari,karena baru saja dia bertengkar dengan kekasihnya.
Aduh makkkkk. Gue yang mau curhat kok dia yang ada masalah. Akhirnya aku katakan kepadanya,aku sudah tidak apa-apa dan lebih baik dia tetap dirumah saja dan istrirahat,dan aku akan mencoba menelponnya lagi.

Setelah aku pulang dan masuk kamar ku,aku mencoba menghubunginya lagi. Eh malahan mau pergi sama teman-teman ku yang lain entah kemana. Emang aku gak boleh punya teman dekat kali ya disini. Dan semuanya harus aku pecahkan sendiri. Nasib...nasib.... Jauh dari semuanya. Jauh dari apa adanya.

Ya udah deh. Itu aja yang mau aku ceritakan. Ternyata menjadi pendengar itu lebih baik daripada pembicara. Karena kadang-kadang kita bisa menemukan pemecahannya ketika kita mendengar mereka berbicara.

cheers,

celetophia

Thursday, April 21, 2005

Luka

Aku berada di dalam keramaian yang aku rasa sepi. Aku berjalan beramai-ramai,tapi yang kurasa aku sendiri. Aku tertawa diantara tangisku, aku menangis diantara tawaku.

Aku kesepian,dan aku sendiri disini. Aku tiada punya saudara dan tiada punya sahabat. Aku benar-benar sendiri. Aku tiada punya siapa-siapa disini. Tiada sanak,tiada saudara. Aku kehilangan semua yang kupunya.

Aku pergi ke tempat di mana semua orang berusaha menjadi seorang yang bukan dirinya. Aku pergi kemana semua orang tiada punya tempat untuk berlindung,karena atap rumah mereka kosong,dinding mereka bertelinga dan tangan mereka punya sebilah pisau tajam untuk menusuk dari belakang.

Aku pergi sangat jauh sekali. Aku pergi ribuan kilometer kiranya kearah selatan bukan utara. Aku berjalan ke arah yang sangat bersebrangan dengan pikiran orang. Aku pergi sendirian dan itu semua kemauanku,untuk bahagiakan beberapa orang.

Aku kedinginan dan tiada yang akan memelukku. Tiada mereka. Mereka hampa. Mereka tiada terlihat. Mereka ada di kala canda. Di sela tawa. Bukan di sisi duka.

Aku ingin pulang. Seandainya aku punya nyali untuk pulang. Aku ingin sekali kembali. Aku ingin sekali pergi dari sini. Aku ingin sekali pulang.

Atau aku harus berhenti menangis dan meratapi derita ini? Aku berpura-pura tiada merasa ini pernah terjadi? Aku berharap jawabannya iya.




Aku