Thursday, June 12, 2008

Simponi sebuah masa

Mari nyalakan lampumu tanda waspada pada masa lalu yang melanda lalu menjadi sinar yang menyala nyalang hingga menghalangi laju berjalan
Buka pintumu agar ia berlalu, jika perlu dibunuh hingga lenyap wabah yang mendera sukmamu
lerai pasukan duka cita bersenggama dengan bahagiamu karena ia hanya benalu yang gerogoti akal sehatmu
Rapatkan jendela hatimu, tambahkan kerai hitam diantara semu semoga tiada celah tuk bertamu
Mari berbagi masa depan yang lurus dilangkahmu

Sebuah Fatamorgana

Aku mengegelayutkan asa diatas jerami sukma yang mengering, menguning dan hampir musnah.
Menggantung diatas pucuk nelangsa yang membabi buta melarakan derai mimpi yang terburai membuncah.
Aku terkapar dalam angan-angan buatan manusia yang dibalur romansa picisan tapi bertemu logika, berloncat-loncat tanpa perlu lagi irama
Semua bagai suara sumbang tapi dipaksa syahdu.
Cinta hanya bongkahan luka hati yang dibalut dengan rekayasa penuh kasih tapi sebenarnya akibat takut kesepian