Thursday, April 21, 2005

Luka

Aku berada di dalam keramaian yang aku rasa sepi. Aku berjalan beramai-ramai,tapi yang kurasa aku sendiri. Aku tertawa diantara tangisku, aku menangis diantara tawaku.

Aku kesepian,dan aku sendiri disini. Aku tiada punya saudara dan tiada punya sahabat. Aku benar-benar sendiri. Aku tiada punya siapa-siapa disini. Tiada sanak,tiada saudara. Aku kehilangan semua yang kupunya.

Aku pergi ke tempat di mana semua orang berusaha menjadi seorang yang bukan dirinya. Aku pergi kemana semua orang tiada punya tempat untuk berlindung,karena atap rumah mereka kosong,dinding mereka bertelinga dan tangan mereka punya sebilah pisau tajam untuk menusuk dari belakang.

Aku pergi sangat jauh sekali. Aku pergi ribuan kilometer kiranya kearah selatan bukan utara. Aku berjalan ke arah yang sangat bersebrangan dengan pikiran orang. Aku pergi sendirian dan itu semua kemauanku,untuk bahagiakan beberapa orang.

Aku kedinginan dan tiada yang akan memelukku. Tiada mereka. Mereka hampa. Mereka tiada terlihat. Mereka ada di kala canda. Di sela tawa. Bukan di sisi duka.

Aku ingin pulang. Seandainya aku punya nyali untuk pulang. Aku ingin sekali kembali. Aku ingin sekali pergi dari sini. Aku ingin sekali pulang.

Atau aku harus berhenti menangis dan meratapi derita ini? Aku berpura-pura tiada merasa ini pernah terjadi? Aku berharap jawabannya iya.




Aku

0 Comments:

Post a Comment

<< Home