Friday, April 22, 2005

Niat nya mau curhat,malah dicurhatin.

Sebenarnya untuk dikatakan cengeng aku bukanlah orang yang mudah cengeng,tapi memang ketika aku sudah terpojok dan tiada mampu berkata-kata lagi,air mataku tiba-tiba keluar dengan mudahnya seperti mata air yang turun dari lubangnya.

Kemarin malam peristiwa nya tanpa diduga. Aku sedang on line dengan beberapa temanku dan entah mengapa dia sangat kecewa dengan perbuatan ku karena mempermalukannya ke beberapa temanku yang lain karena satu dan lain hal ( Aku tiada pantas memberitahukannya di forum seperti ini). Lanjut. Singkat cerita aku minta maaf kepadanya,meskipun aku tiada pernah merendahakannya atau pun meyepelekannya,mungkin asusmsi teman-temanku itu saja yang berlebihan sehingga mereka mempunyai cara pandang sendiri-sendiri dalam menanggapi ucap bicaraku.

Dia marah lah. Dia kecewa lah. Entah kenapa meskipun aku sudah minta maaf kepadanya dan menyeasal telah membuat dia malu. Aku tetap tidak mampu menghapus rasa bersalah ku itu. Akhirnya aku mencoba menghubungi teman kelas ku yang memang kebetulan dekat denganku. Abis bagaimana lagi. Saudara aja tidak punya apalagi sahabat. Semua tidak dapat kupercaya.
Saat aku mencoba beberapa nomer,Aku berpikiran untuk ke tempatnya dan tidur disana untuk menghilangkan rasa sedihku. Bayangkan aja aku menangis sendirian di tengah malam,yang gak jelas kenapa bisa demikian. Lalu setelah aku puas berbicara dengan temanku itu,tiba-tiba ada nada masuk dan di seberang sana,orang lain pun mencoba menghubungiku. Setelah putus dari kedua telpon tersebut,aku mencoba menghubungi nomor yang tadi menunggu untukku. Aku kaget sekali,ternyata orang yang aku telpon itu pun hampir lupa pernah bertemankan aku. Sial. Aku pikir aku menelpon orang yang aku kenal,dan ternyata aku salah. Aku bilang aja ke dia,kalo aku salah pencet,makanya dia telpon balik aku. Dengan berbasa-basi sedikit,aku akhirnya mencoba tidur dan berusaha terlelap,meskipun sulit untukku. Ah.mungkin esok lebih baik lah dari hari ini karena esok aku akan janjian dengan temanku itu di city centre . Esoknya aku terlambat bangun dong,kan aku gak bisa tidur,meskipun aku mencoba untuk itu. Aku baru terbangun jam 12 siang. Bayangkan anak perempuan mana yang bangun jam segitu,tapi untungnya aku bukan dirumah,dan untungnya lagi aku belum berkeluarga.
Aku mencoba menghubungi temanku itu,karena merasa bersalah. Bayangkan aja janjian jam 10,kok baru bangun jam 12. Wong edan. Setelah aku telpon,dan nada nyambung,diangkatlah telpon itu. Dari seberang sana aku dengar suara bau bantal. Sial. Ternyata rasa bersalah ku itu nol besar. Dia baru bangun dari mimpi indahnya. Dan dia cuma bisa berkata maaf.hehhehe. Lucu ya. Disatu sisi aku ingin sekali mengucapkan kata itu,tapi kata itu sudah terlanjur terlontar oleh temanku tersebut.

Beberapa menit kemudian dia menghubungiku,dan kami sepakat bertemu di metro station, di dekat KFC jam 02.00pm. Aku setuju saja,jadi masih banyak waktu senggang ku ke mall untuk mencari blender yang aku inginkan. Setelah sampai di mall,aku berkeliling dan masuk salah satu toko yang menjual blender tersebut. Saat ingin membayar blender tersebut tiba-tiba temanku itu menelponku,dan dengan suara tersedu pilu,ia mencoba mengatakan maaf sekali lagi karena tidak bisa datang ke city centre hari,karena baru saja dia bertengkar dengan kekasihnya.
Aduh makkkkk. Gue yang mau curhat kok dia yang ada masalah. Akhirnya aku katakan kepadanya,aku sudah tidak apa-apa dan lebih baik dia tetap dirumah saja dan istrirahat,dan aku akan mencoba menelponnya lagi.

Setelah aku pulang dan masuk kamar ku,aku mencoba menghubunginya lagi. Eh malahan mau pergi sama teman-teman ku yang lain entah kemana. Emang aku gak boleh punya teman dekat kali ya disini. Dan semuanya harus aku pecahkan sendiri. Nasib...nasib.... Jauh dari semuanya. Jauh dari apa adanya.

Ya udah deh. Itu aja yang mau aku ceritakan. Ternyata menjadi pendengar itu lebih baik daripada pembicara. Karena kadang-kadang kita bisa menemukan pemecahannya ketika kita mendengar mereka berbicara.

cheers,

celetophia

0 Comments:

Post a Comment

<< Home